Laringitis adalah suatu radang laring yang disebabkan terutama oleh virus dan dapat pula disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan onset dan perjalanannya, laringitis dibedakan menjadi laringitis akut dan kronis(1,2). Laringitis akut merupakan radang laring yang berlangsung kurang dari 3 minggu dan pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus influenza (tipe A dan B), parainfluenza (tipe 1, 2, 3), rhinovirus dan adenovirus. Penyebab lain adalah Haemofilus influenzae, Branhamella catarrhalis, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae(4).
Laringitis akut lebih banyak dijumpai pada anak-anak (usia kurang dari 3,5 tahun), namun tidak jarang dijumpai pada anak yang lebih besar, bahkan pada orang dewasa atau orang tua(3,4).
Diagnosis laringitis akut dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemerinksaan penunjang. Pada anamnesis biasanya didapatkan gejala demam, malaise, batuk, nyeri telan, ngorok saat tidur, yang dapat berlangsung selama 3 minggu, dan dapat keadaan berat didapatkan sesak nafas, dan anak dapat biru-biru. Pada pemeriksaan fisik, anak tampak sakit berat, demam, terdapat stridor inspirasi, sianosis, sesak nafas yang ditandai dengan nafas cuping hidung dan/atau retraksi dinding dada, frekuensi nafas dapat meningkat, dan adanya takikardi yang tidak sesuai dengan peningkatan sushu badan merupakan tanda hipoksia(3, 8, 9).
Pemeriksaan dengan laringoskop direk atau indirek dapat membantu menegakkan diagnosis. Dari pemeriksaan ini plika vokalis berwarna merah dan tampak edema terutama dibagian atas dan bawah glotis(3,4). Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan hasil yang khas, namun biasanya ditemui leukositosis(4). pemeriksaan usapan sekret tenggorok dan kultur dapat dilakukan untuk mengetahui kuman penyebab, namun pada anak seringkali tidak ditemukan kuman patogen penyebab(3, 4, 10).
Proses peradangan pada laring seringkali juga melibatkan seluruh saluran nafas baik hidung, sinus, faring, trakea dan bronkus, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan foto.
Laringitis akut pada anak sering menyebabkan obstruksi saluran nafas yang kemudian mengakibatkan terjadinya distres respirasi akut, yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : (11)
a. Agen penyebab laringitis akut, terutama virus menyebabkan inflamasi, peningkatan produksi mukous, dan berkurang atau hilangnya aktivitas silia di saluran nafas.
b. Diameter saluran nafas pada anak lebih kecil dibanding orang dewasa, sehingga inflamasi dan produksi mukous yang meningkat dapat dengan cepat menyebabkan obstruksi saluran nafas yang hebat
c. Subglotis terdiri dari kartilago cricoid yang kaku, sehingga inflamasi dan edema di daerah ini akan semakin memperkecil diameter saluran nafas
d. Kolaps dinamik (yaitu menyempitnya saluran nafas bagian atas pada saat fase inspirasi) cenderung terjadi pada anak kecil oleh karena struktur kartilago trakea yang belum sempurna.
e. Bayi dan anak amat rentan terhadap kelelahan otot nafas dan gagal nafas akibat peningkatan kerja nafas.
Dok, Saya mau tanya. Kakak saya mempunyai benjolan dileher kata dokter yang memeriksa kakak saya, kakak saya kena tumor. sumber tumornya ada di pita suara dan harus dioperasi dengan konsekunsi pita suaranya dipotong dan otomatis kakak saya tidak bisa bicara lagi. yang saya mau tanyakan adalah
1. Adakah cara penyembuhan lain, selain dioperasi.
2. Kalaupun memang harus diopersasi. Apakah setelah pita suara dipotong, dengan ilmu kedokteran yang ada bisakah pita suara tersebut disembuhkan lagi.
sebelumnya terima kasih atas jawabannya.
“Dari seorang adik yang sangat menyayangi kakaknya.”
Dok…. Katanya saya ada pembengkakan pada pita suara bagai mana cara mengembalikan suarasaya…. karena kalau begini saja saya tidak bisa megajar…. suara saya sekarang melemah…. trims
Dok saya seorang laki2 berumur 23 tahun,,tetapi perkembangan suara saya sejak kecil sampai sekarang tidak berubah..malah lebih mirip suara perempuan..tapi ada kalanya ketika pagi atau tenggorok saya lagi ‘fresh’ suara normal seperti suara pria lainya..apakah ini memang bawaan dari lahir atau ada penyebab lainya..ayah sama kakak laki2 saya juga seperti itu suaranya..apakah suara saya bisa seperti laki2 norma dok?