Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Tenggorokan’ Category

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA)

OSA merupakan suatu kondisi terhentinya nafas untuk beberapa saat selama tidur. OSA dapat terjadi saat saluran nafas bagian atas tertutup sementara upaya bernafas tetap berlanjut. Pada umumnya saat kita tidur, semua dalam kondisi relaksasi/istirahat termasuk disini otot-otot saluran pernafasan mulai dari lidah, langit-langit terutama langit-langit lunak (soft palatum) sehingga saluran nafas bagian atas relatif menyempit. Menyempitnya saluran nafas yang ekstrim karena berbagai sebab akan mengakibatkan gangguan aliran udara pernafasaan saat tidur mulai dari derajat yang paling ringan sampai berat. Umumnya penyempitan saluran nafas atas yang ringan ditandai dengan dengkuran (ngorok) saat tidur sampai penyempitan yang berat yaitu terhentinya nafas saat tidur (OSA). Setelah beberapa saat tidur tanpa bernafas (umumnya 10 detik s/d 2 menit), otak merespon kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh dengan refleks terjaga/tersedak yang terkadang penderita OSA sendiri tak menyadarinya. Gangguan ini dapat terjadi sedemikian beratnya (berkali-kali terjaga dalam satu malam) sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebagai dokter THT sering kali kami mendapat pertanyaan, sudah perlukah dok amandel saya/anak saya diambil ?

Amandel atau bahasa medisnya tonsil atau tonsila palatina adalah merupakan kelenjar limfoid/getah bening yang terdapat dalam rongga mulut/faring. Organ ini termasuk dalam sistem imun/pertahanan tubuh. Tonsil bersama dengan adenoid/tonsila faringeal dan tonsil lingual sering disebut cincin Waldeyer. Karena terhubung satu sama lain, maka apabila salah satu tonsil mengalami infeksi atau peradangan umumnya akan diikuti peradangan tonsil yang lain. Peradangan/infeksi pada amandel disebut tonsilitis.

Berdasarkan lamanya keluhan tonsilitis dibagi tiga yaitu tonsilitis akut bila keluhan kurang dari 3 minggu, disebut tonsilitis berulang/kronik bila terdapat 7 kali infeksi dalam 1 tahun atau 5 kali episode gejala dalam 2 tahun berturut-turut atau 3 kali infeksi dalam 1 tahun selama 3 tahun berturut-turut. (lebih…)

Read Full Post »

Laringitis adalah suatu radang laring yang disebabkan terutama oleh virus dan dapat pula disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan onset dan perjalanannya, laringitis dibedakan menjadi laringitis akut dan kronis(1,2). Laringitis akut merupakan radang laring yang berlangsung kurang dari 3 minggu dan pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus influenza (tipe A dan B), parainfluenza (tipe 1, 2, 3), rhinovirus dan adenovirus. Penyebab lain adalah Haemofilus influenzae, Branhamella catarrhalis, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae(4).

 

Laringitis akut lebih banyak dijumpai pada anak-anak (usia kurang dari 3,5 tahun), namun tidak jarang dijumpai pada anak yang lebih besar, bahkan pada orang dewasa atau orang tua(3,4).

Diagnosis laringitis akut dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemerinksaan penunjang. Pada anamnesis biasanya didapatkan gejala demam, malaise, batuk, nyeri telan, ngorok saat tidur, yang dapat berlangsung selama 3 minggu, dan dapat keadaan berat didapatkan sesak nafas, dan anak dapat biru-biru. Pada pemeriksaan fisik, anak tampak sakit berat, demam, terdapat stridor inspirasi, sianosis, sesak nafas yang ditandai dengan nafas cuping hidung dan/atau retraksi dinding dada, frekuensi nafas dapat meningkat, dan adanya takikardi yang tidak sesuai dengan peningkatan sushu badan merupakan tanda hipoksia(3, 8, 9). (lebih…)

Read Full Post »

ABSTRAK

Faringitis adalah kasus yang umum dijumpai dan sering menjadi keluhan yang membawa pasien untuk berobat ke dokter. Gejala yang sering diasosiasikan dengan faringitis antara lain malaise, demam, nyeri tenggorok, nyeri kepala, mual dan muntah. Gejala ini dapat terasa sangat berat tergantung dari daya tahan tubuh panderita juga bergantung kepada etiologi penyebab faringitis1.

 Etiologi faringitis mencakup bakteri, virus, jamur, parasit yang memberikan gejala dan tanda yang hampir sama sehingga dibutuhkan pemeriksaan penunjang lain yang terkadang membutuhkan waktu yang relative lama, sehingga penatalaksanaan umumnya diberikan medikamentosa berdasarkan pengalaman empiris terlebih dahulu sebelum tegaknya diagnosis.

                  Faringitis Tuberkulosis (TB) adalah infeksi mukosa faring oleh Mycobacterium tuberculosis.1 Penyakit infeksi oleh bakteri TB yang melibatkan daerah faring termasuk jarang. Di RS Kariadi selama periode 2003 s/d 2004 ditemukan 3 pasien dirawat akibat infeksi TB yang mengenai daerah faring.

Meningitis tuberkulosis adalah radang selaput otak akibat komplikasi tuberkulosis primer. Secara histologik meningitis tuberkulosis merupakan meningo-ensefalitis (tuberkulosis) karena menyerang ke selaput otak dan SSP. (lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.