Dr. Kristiawan Abri Roosadi, SpTHT-KL, MSi.Med
Semarang, 5 Oktober 1972
Spesialis THT-KL FK UNDIP Semarang 2007
Magister Biomedik Pasca sarjana UNDIP Semarang 2007
Dokter Umum FK Trisakti Jakarta 2001
Apabila ingin info lebih lanjut atau berkonsultasi dapat menemui saya di :
RS MITRA KELUARGA CIKARANG Jl. Raya Industri No 202 Jababeka Cikarang telp: 021-89840500 Jam praktek : Senin-Sabtu 9.00 s/d 13.00 senin-rabu-jum’at 17.00 s/d 19.00
RS St. ELISABETH BEKASI
Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama
Bekasi 17116
telp : 021-82432083
Jam Praktek : Senin-Jum’at 20.00 s/d 21.00
Maaf Dr. Kristiawan, saya mengalami gagangguan penciuman akibat kecelakaan. kepala saya mengalami benturan ke aspal jalan di bagian belakang atas. karena saat kejadian saya mengenakan helm, keadaan helm saya pecah (retak sepanjang lebih kurang 15 cm). sejak (saat) kejadian hingga hari ke-4 saya dirawat di RS saya tiddak menyimpan memori apapun sekalipun menurut keluarga yang menunggui saya saat dirawat saya berkomunikasi dengan normal dengan keluarga dan penjenguk saya, namun hingga hari ini sejak 26 April 2008 (saat kejadian) 4 hari yang saya maksud tetap tidak saya ingat. setelah hari ke-6 saya diijinkan keluar RS dan melakukan rawat jalan selama satu setengah bulan.
Setelah 2 bulan kejadian berlalu saya baru menyadari kalau saya tidak mampu membaui. setiap ada bau yang saya rasakan hanya semacam aroma kimia yang tidak nyaman. Ada keinginan untuk berobat secara medis namun finansial tidak mendukung. Kemungkinan besar saran untuk berobat alternatif (terapi alternatif) akan saya lakukan
Menurut Dr adakah cara alami untuk penyembuhan saya yang dapat saya lakukan sendiri?
Karena saya tetap harus bekerja untuk menghidupi anak dan istri saya. (saya guru SMP)
Pertimbangan saya ini didasari akan pemikiran kekurangan saya ini tidak terlalu mengganggu aktivitas saya sehari-hari, kecuali pengaruh pengecapan saya yang ikut terganggu. rasa pedas masih tetap sama seperti sebelum gangguan ini saya alami, sementara rasa yang lain terasa banyak pengaruh kesan aroma/rasa yang saya dapatkan dari makanan yang saya konsumsi.
Terima kasih sebelumnya Dr. Mohon pencerahannya.
Salam kenal pak Ledox, terima kasih atas tanggapan tulisan saya. Saya turut prihatin dengan masalah gangguan penciuman yang bapak alami, menurut pendapat saya ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi :
1. gangguan yang bapak alami merupakan gangguan yang disebabkan kemungkinan besar karena trauma kepala dimana biayanya yang terganggu fungsi saraf pembaunya (saraf olfaktorius) bisa akibat regangan, terputus, atau sampai ke pusat pembauan di otak. Sekedar informasi secara umum syaraf sukar mengalami regenerasi dan waktu periode terbaik penyembuhan biasanya dievaluasi selama 6 bulan, bila tidak ada perubahan selama 6 bulan, biasanya akan cenderung menetap keluhan dan gejalanya atau kalaupun ada perbaikan sifatnya tak sempurna.
2. Bila gangguannya hanya peregangan saja, umumnya masih dapat sembuh spontan bila dibantu dengan obat2an antiinflamasi seperti kortikosteroid dibantu dengan vitamin A dan Zync (suplemen vitamin), namun jika karena terputusnya jalur sarafnya, ini yang sukar dan biasanya tidak akan pulih sempurna.
3 Bila waktu itu saat tabrakan mungkin ada mimisan di kedua hidung dan itu belum bersih benar, apalagi disertai hidung tersumbat sampai saat ini akibat sumbatan darah, rongga hidung menjadi lebih sempit karena terjadi perubahan struktur anatomi hidung sehingga udara yang membawa partikel bau tak bisa sampai di reseptor penciuman, tentu harus di koreksi bisa dengan cara cuci hidung pakai air garam sehari tiga kali, atau kalau gangguan anatominya seperti septum/sekat hidung bengkok, pembengkakan konka ya harus koreksi secara bedah.
4. kalau boleh tau bapak tinggal di mana, mungkin saya ada teman dr THT yang bisa saya jadikan rujukan permasalahan bapak
terima kasih
Terima kasih Dokter atas tanggapannya. Saya tinggal di Denpasar.
Sebagai tambahan informasi, setiap bersin saya juga merasakan aroma kimia seperti halnya saat ada sumber bau di dekat saya.
Pada saat berobat jalan saya juga mengalami influenza, namun saya tidak minum obat flu, karena takut mempengaruhi obat untuk kepala saya.
Saat saya tanya istri mana saja luka di sekitar kepala, istri saya mengatakan kalau sekitar mata sebelah kiri lebam, belakan telinga sebelah kanan juga lebam, selain kepala belakang atas saya yang terbentur.
Hampir tiap hari pada saat-saat tertentu hidung saya tersumbat (biasanya malam hari).
Hari ini saya cukup senang, karena saat mandi sore hari tadi aroma sabun yang biasanya seperti aroma kimia yang tiddak menyenangkan, tadi sore bercampur ada aroma kesan asamnya.
Kalau Dokter Kristiawan ada teman dr. THT di Sidoarjo atau di Surabaya mohon rekomendasinya, karena sekitar tanggal 20 oktober 2008 nanti sepulang dari rapat pramuka di Mojokerto, diajak saudara berobat alternatif di Sidoarjo. Bukannya saya tidak percaya dengan pengobatan alternatif tetapi saya merasa lebih pas (mantap) bila berobat secara medis.
Sekali lagi terima kasih banyak Dokter atas pencerahannya.
Minalaidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir batin.
Tuhan Memberkati.
Pak Ledox yth, saya ada teman saya di Denpasar namanya dr I Made Yoga, spTHT prektek di RS Sanglah, kalau di Surabaya ada beberapa dokter yaitu dr Wiyono, SpTHT praktek di RS RS Dr Soetomo, di Mojokerto ada dr. Tris, SpTHT (itu panggilannya) saya agak lupa nama lengkapnya
Mudah2an cukup memantu, sambil terus berdoa minta Tuhan jamah bagian yang sakit, karna bilur2Nya yang menyembuhkan
oke, Tuhan memberkati pak ledox dan keluaraga
salam
dr. Kris
Salam pak Kris,
Saya Adi, dulu waktu coass THT, bimbingan kasus dengan pak kriss.. skrg sy praktek di bbrp klinik 24 jam di jkt,..
Wah Selamat yah ud jd SpTHT.. selain itu bs jd pengelola blog yg handal hehe…Smoga tambah sukses..
Regards,
Pramafitri Adi Patria
salam kenal dok,
blog anda sangat menarik,
mohon ijin untuk me-link blog anda & silahkan mampir..
btk & rgds,
alloen endonesia
oke sama2 pak Alloen
salam.kenal dok….
sy residen tht-kl fk unhas…bagi2 ilmu dong dok
salam kenal juga dik rahmaeni…selamat berjuang, salam buat semua keluarga besar tht-kl unhas
selamat siang,dok!
saya mau menanyakan apakah pantangan makanan utk penderita sinus yg telah dioperasi sinus?dan apakah pantangan tsb bersifat permanen? Trims
dokter, saya mau menanyakan alamat facebook dokter agar saya lebih mudah bertanya kepada dokter Kristiawan .
Trims
Salam kenal dok, saya sedang menulis tentang karsinoma nasofaring, apakah dokter punya data epidemiologinya di Indonesia? Di mana sumber data yang bisa saya cari? Apakah dokter punya jurnal?
Terima kasih banyak sebelumnya.
Tuhan memberkati.
salam kenal dok, aku sudah ber obat di beberapa rumah sakit, gangguanyang sering aku alami adalah flu yang tidak pernah sembuh, kadang di kiri dan kanan, dan juga lendir yang keluar dari hidung langsung masuk ke tenggorokan dan itu membuat nafas aku sesak banget, setelah beberapa bulan ini cairan yang ada didada seperto gel yang kental dan kadang berwarna kuning.apa pernyakit saya dan apa yang harus aku lakukuan. flu saya udah hampir 8 tahunan tapi rasa seperti itu baru muncul 2 tahunan
Salam kenal dok, nama saya herry. umur saya 21 tahun. saya tinggal di kota malang, jawa timur. Saya punya masalah pendengaran pada kedua telinga saya. Beberapa hari yang lalu saya mencoba ke RS Saiful Anwar di Malang. Disana saya coba periksakan, dan hasilnya telinga saya ada masalah dalam menangkap suara. Kemungkinan syarat atau gendang telinga saya yang bermasalah. Kemudian saya di anjurkan memakai alat bantu dengar. Karena saya masih mahasiswa dan muda, saya kurang PD kalo harus memakai alat bantu dengar itu dok. Mungkin gejala kurang pendengaran ini dimualai mulai SMP dok, soalnya saya waktu SMP sudah merasa susah untuk mencerna pembicaraaan orang dan baru mahasiswa ini saya m$emeriksakan telinga saya ke THT. Sekian itu saja dok, mohon bantuan solusinya ya dok, apakah ada operasi buat telinga saya ini, atau solusi lainnya gtu dok, sekalian klo ada teman dokter kristiwan yang mungkin bisa membantu masalah saya di Malang tolong beri infonya. terima kasih.
salam,dokter kis…
saya berusia 33 tahun, saya sering sekali merasa sulit bernafas, bicara selalu menggunakan suara leher (bicar banyak akan terasa melelahkan), juga tenggorokan saya sering meradang .
saya pernah berobat ke spesialis THT , waktu itu dokternya bilang saya mengidap faringitis, akhirnya saya diberi obat.
saya dapati, jika menyantap makanan yg menggunakan msg, tenggorokan saya terasa kering, apakah saya alergi MSG.
sekarang saya selalu merasa tenggorokan saya sepertinya ada sesuatu yang mengganjal (air liur dan aliran nafas sepertinya terhambat) apa jenis penyakit yang saya derita dok?
MOhon pencerahannya,
trims atas jawabannya,
salam,
Bian
Hallo pak bian…banyak hal yg menyebabkan radang tenggorok berulang, makanan hanya sebagai pencetus saja dalam hal ini msg…..memang harus dicari penyakit yg mendasarinya salah satunya asam lambung. Penyakit faringitis berulang saat ini sering dikaitkan dengan GERD (gastroesofageal refluks disease) yg bisa di baca penjelasannya pada tulisan saya. Mudah-mudahan membantu
salam kenal dokter kris….
maaf sebelumnya ..saya seorang DU di desa terpencil mohon konsul dok…
saya punya seorang pasien :laki2 usia 12 thn,sudah 2 tahun ,dalam 2 minggu ini Os mengeluh keluar cairan dari telinga kanan..warna putih susu ,tidak bau,batuk pilek tetapi tidak demam.pasien tersebut sudah berobat ke Sp THT,dan di beri kloramfenicol 3x 500 mg,rhinos cap 3×1,sudah di minum selama 2 minggu o/k keterbatasan dana pasien tersebut datang ke t4 praktek ku..minta therapi lanjutan….,saya mohon dokter bisa bantu…jalan keluarnya….
BTk atas kerja sama dokter
Hallo pa kabar dr Idha
Kunci keberhasilan penanganan otitis media adalah ear toilet yg baik, dengan pembersihan telinga dari debris dan discharge…maka penetrasi obat tetes akan sangat baik dan penyembuhannya akan lebih cepat. Untuk membersihkan telinga dari discharge dokter bisa menggunakan H2O2 yg diteteskan ke dalam liang telinga dan di keluarkan dgn suction kalau ada, kalau tidak ada bisa dgn manual dikeluarkan menggunakan cotton bud sampai benar2 kering dan bersih. Saya lebih senang munggunakan golongan cephalosporin peroral untuk otitis media pada anak sebagai antibiotika dan jangan lupa diobati underlying diseasenya misalnya karena rhinotonsilofaringitis. Penambahan antibiotik tetes telinga juga bisa mempercepat proses eliminasi kuman dalam telinga tengahnya. Mudah2an berhasil. Salam
Halo Dokter,
Ada yang ingin saya tanyakan.
Saya ada pengalaman agak kurang mengenakkan kemarin malam, sehubungan dengan konsultasi dengan dokter THT anak saya. Saya ingin tahu berapa lama jarak seorang pasien (anak 14 thn) diijinkan untuk dirontgen ulang untuk memeriksa keadaan sinusitis yang diderita. Apakah jika 10 Okt 09 lalu sudah diphoto, hari ini 14 Jan 10 aman untuk anak saya dirontgen kembali. Thks u Balasannya juga untuk dr. Tapan’s Blog sehingga saya bisa hadir di sini.
Salam Hary dp
Salam kenal pak Harry DP
sepanjang pengetahuan saya, tidak ada kontraindikasi dilakukan pengulangan foto rontgen untuk daerah sinus sepanjang memang atas indikasi baik doagnostik maupun evaluasi terapi…….paparan radiasi sinar x pada daerah sinus kecil sekali sekitar 0,4 mm gray (kalau tidak salah). Utk lebih jelasnya bapak bisa tanyakan kepada dokter radiologi sebelum dilakukan foto rontgen ulang. Semoga cukup membantu
Salam Kenal Dr. Kristiawan, perkenalkan saya Annisa dari perusahaan kesehatan di Indonesia. Saya ingin mengajukan kerjasama kesehatan dengan Dr. Kris. Jika berkenan boleh saya minta email pribadi dokter? terima kasih atas perhatiannya.
Salam,
Annisa
Selamat malam Dokter
saya ingin sedikit berkonsultasi, di bagian dalam telinga kiri saya sering terasa gatal. saya termasuk cukup sering membersihkan telinga tetapi rasa gatal itu beberapa kali datang dan cukup mengganggu meskipun baru saja saya bersihkan, mohon saran dari dokter kira-kira obat telinga apa yang aman untuk membersihkan telinga saya sehingga rasa gatalnya bisa hilang. terima kasih sebelumnya dokter.
salam sejahtera,
Ryan
Dr. Kris yang baik,
Nama saya Handoko. Saya juga asli Semarang dok.
Kebetulan saya menemukan blog ini ketika sedang mencari informasi utk kakak saya.
Saya ingin menanyakan untuk kakak saya. Tahun 1996 dia menjalani operasi gondok di Semarang dan syaraf pita suaranya terpotong. Sempat tidak bisa bicara sekitar 3 bulan dan akhirnya perlahan suara bisa pulih walaupun menjadi serak dan kalau tidur jadi ngorok. Akibat dari itu sampai sekarang, kondisi pernafasannya makin memburuk sampai sekitar 2 bulan terakhir ini makin parah yaitu sesak nafas, sering sekali mengantuk bahkan kadang hampir pingsan. Yang lebih parah kakak saya juga skrg ini makin parah staminanya, bekerja sedikit saja misalnya menyapu, sudah tidak kuat dan langsung kehabisan nafas.
Pemeriksaan terakhir kemarin ke RS.THT di Proklamasi Jakarta. Hasil diagnosa endoskopi : pita suara sudah tidak bergerak dan lobangnya sempit sekali. Memang pengobatan untuk memperkuat pita suaranya selama ini juga sudah dilakukan, salah satunya dengan mengkonsumsi Methycobal. Jadi jalan satu2nya adalah dengan dioperasi yaitu salah satu pita suaranya dipotong, resikonya suara akan serak sekali dan kecil. Tapi jika dengan pemotongan ini masih saja sesak nafas maka harus dibuat lobang di lehernya utk mengalihkan jalan nafasnya. Resikonya suara hilang sama sekali.
Kakak saya stress sekali, karena kakak saya pun dari kecil adalah semi tuna rungu ( menggunakan alat telinga ). Pertanyaan saya :
- Apakah ada solusi lain untuk mengatasi ini?
- Apakah belum ada metode cangkok pita suara?
Jika solusinya hanya operasi pemotongan,
- Apakah teknologi kedokteran di Indonesia sudah bagus untuk melakukan operasi pemotongan pita suara ini, ataukah harus ke luar negeri?
- Dimana Rumah Sakit terbaik untuk melakukan operasi pita suara ini?
Terima kasih sebelumnya dokter.
Handoko
Pak Ryan yg baik,
terima kasih atas tanggapan tulisan saya
banyak hal yg menyebabkan telinga gatal, mulai dari kotoran telinga, bahan iritan yg kontak dgn telinga, alergi, infeksi baik virus, bakteri dan jamur. Harus dilihat dahulu pak kira2 yang mana penyebabnya dan dari situlah penanganan dimulai. Ada baiknya bapak berkonsultasi dgn dr tht terdekat dirumah bapak utk memastikan penyebabnya.
mudah2an membantu
Pak Handoko yg baik
terima kasih atas respon tulisan saya, mohon maaf baru sempat membalas/menanggapi tulisan bapak.
Kami turut prihatin permasalahan kakak pak handoko. Kalau melihat permasalahannya adalah menyempitnya saluran nafas atas sehingga mengalami kesulitan bernafas seperti yg telah ditegakkan diagnosisnya di RS THT Proklamasi (mungkin yg dimaksud disini stenosis plika vokalis/ stenosis airway). Bila dengan pengobatan biasa tidak memberikan manfaat, memang jalan satu2nya harus dilakukan operasi pemotongan pita suara salah satu sisi (hemi/parsial cordectomy) atau seluruh pita suara (total cordectomy) dengan resiko2 yang sudah dijelaskan seperti yg bapak ceritakan.
Saat ini sepanjang pengetahuan saya belum ada metode cangkok pita suara.
Tekonologi dan keahlian kedokteran di Indonesia utk melakukan prosedur operasi ini sudah bisa dilakukan, banyak metoda/teknik pembedahan yg bisa dilakukan.
RSCM dan RS PERHATI sudah bisa melakukannya.
Semoga membantu pak handoko
Dr. Kris,
Terima kasih banyak untuk penjelasannya. Akhirnya kakak saya sudah menjalani operasi tersebut. Itupun secara tidak sengaja, karena sebelumnya tiba-tiba dia mengalami gangguan lambung akut yang mengharuskannya dirawat di UGD Eka Hospital. Keadaannya sempat kritis karena jalan nafasnya semakin menyempit, mungkin karena terlalu sering tumpah, sehingga dipindah ke ICU.
Tadinya kami sempat bingung bagaimana memindahkan kakak saya dalam keadaan tidak sadar di ICU itu ke RSCM utk operasi pita suara. Ternyata jalan Tuhan memang sulit untuk kita pahami dan jalan Nya pasti yang terbaik.
Tanpa disangka, tim dokter THT Eka Hospital menjalin kerjasama yang baik dengan dokter-dokter THT RSCM, sehingga akhirnya kakak saya bisa dioperasi di Eka Hospital, dengan mendatangkan dokter dan alat dari RSCM.
Memang mau tidak mau satu pita suaranya
dikorbankan seperti yg sudah diungkapkan Dr. Kris, dan kini sedang dalam kondisi pemulihan.
Semoga nantinya suaranya bisa sedikit pulih walau tentu tidak bisa 100% seperti semula, tapi yg lebih penting adalah dia tidak sesak nafas lagi, sehingga kualitas hidupnya bisa kembali normal.
Terima kasih sekali lagi. JBU.
Handoko
Sama2 pak handoko….senang bisa membantu bapak dan kakak bapak…..semoga proses penyembuhan makin cepat. JBU too
Yth Dokter Kris,
saya mempunyai keponakan yang baru berumur 2 tahun. Dari luarnya keliatan semua baik2 saja, sampai pada saat dia sakit panas biasa dibawa ke dokter, dokter mengatakan dia tidak ada respon sama sekali wkt dipanggil. Sampai sekarang dia juga belum bisa bicara. Kami sudah membawa konsultasi ke RSCM, dan setelah dilakukan pemeriksaan pihak RSCM mengatakan bahwa awalnya dari kandungan kena virus, dan genderang telinganya ga berfungsi dua2nya…Dokter menganjurkan memasang alat yang harganya lumayan mahal untuk kami dan alat itu harus dipakai seumur hidup. Yang ingin kami tanyakan apakah tidak ada cara lain selain memakai alat tersebut pak?kondisi dengan anak umur 2 tahun apakah tidak mempersulit??apakah ada operasi yang bisa menyembuhkan dan tidak perlu menggunakan alat lagi
kami mohon bantuan dari bapak memberikan solusi terbaik buat keponakan kami tercinta
Salam kenal Dokter Kris,
Saya ingin berkonsultasi. Pada leher suami saya (usia 40th)sebelah kanan, bawah rahang terdapat benjolan sebesar kelereng yang timbul sekitar 6 bulan yang lalu setelah memencet jerawat. Pada saat itu, suami saya juga merasa leher tegang dan dokter spesialis penyakit dalam yg memeriksa hanya memberi obat kolesterol berdasarkan hasil lab. Sedangkan ketika benjolan diraba tidak tersa sakit dan tidak keras, lalu dokter menyatakan tidak ada kelainan. 3 bulan kemudian karena benjolan belum hilang, suami periksa ke dokter THT di kemayoran, namun dirujuk ke spesialis THT – KL yg khusus menangani kepala leher.
Apakah benjolan pada leher tersebut tidak berbahaya? Untuk memastikannya, sebaiknya suami saya berobat ke dokter manakah? Apakah Dokter Kris berpraktek di Jakarta juga?
Salam kenal bu chris, turut prihatin dgn kondisi bapak. Benjolan apapun itu kita sebut tumor, bisa bersifat jinak yg tidak berbahaya ataupun ganas yg berbahaya. Terkadang memang susah membedakan antara jinak atau ganas hanya dari pemeriksaan biasa atau dari gejala klinisnya saja, makanya terkadang di kirim ke RS yg fasilitasnya lebih lengkap. Dokter THT-KL bisa membantu mendeteksinya, sampai saat ini saya tidak berpraktek di jakarta bu. Semoga menjawab pertanyaan ibu dan titip salam buat bapak semoga cepat sembuh.
Yth mas herry, wah turut prihatin dgn masalah pendengaran yg dialami, sayangnya sudah cukup lama gejala itu diabaikan. Kemungkinan apabila sudah disarankan memakai alat bantu dengar (ABD) kemungkinan gangguannya berat atau tuli syaraf. ABD sekarang sudah modern mas herry, bentuknya bermacam2 bahkan ada yg masuk kedalam telinga sehingga tersamar dari pandangan. Cobalah berkonsultasi dgn dr THT anda kembali mengenai jenis2 ABD, dan tidak ada salahnya mencoba. Anggap saja seperti sedang menggunakan headset canggih utk mendengarkan musik…..semoga membantu
Salam Dok..
Saya Ghany di Pangkalpinang, Bangka. Usia saya 26 tahun. Saya mengalami gangguan pada saat menelan makanan sejak kurang lebih 7 thn yang lalu (kondisi tetap, tidak ada peningkatan penyakit).
Keluahn saya antara lain :
1. Semua makanan yang saya telan perlu dibantu dengan air minum, itupun masih terasa tersisa di keronggkongan sehingga masih dapat saya keluarkan kembali / muntahkan kembali (makanan tersisa dan minuman tersisa).
2. suatu saat mengalami nyeri di tengah dada sekitar beberapa menit (sering terjadi pada tengah malam ketika tidur).
3. saya tidak dapat meminum air yang dingin karena terasa terhenti di tengah kerongkongan.
4. pada saat menelan pil terutama pil berbentuk tablet, sangat susah sekali masuk ke lambung. Untuk sekali menelan pil tablet, saya dapat meminum 3 gelas, itupun belum tentu masuk.
Mohon dengan kepada dokter untuk membantu penyembuhan penyakit saya.. Besar harapan saya untuk kesembuhan ini.. terimakasih..
Mas ghany, terima kasih atas tanggapan tulisan saya. Turut prihatin atas masalah yg dihadapi. Sepertinya serius juga ya problem sulit menelannya. Apakah sudah diperiksakan ke dokter dan sudah dilakukan pemeriksaan apa saja? Kalau belum sebaiknya periksalah ke dr THT atau dr internis terdekat. Masih sangat banyak kemungkinannya, umumnya pasti terjadi penyempitan sepanjang saluran makan mulai dari bagian paling atas ( biasanya disertai gejala tersedak atau batuk). Perlu dilakukan banyak pemeriksaan penunjang. Sebaiknya segera diperiksakan. Atau bila sudah pernah diperiksa mohon disebutkan apa hasilnya, semoga menolong. Salam
Salam Kenal,Dokter Kris.
Ayah saya, 72 tahun, divonis dokter menderita kanker nasofarings. Sebelumnya dianggap pembengkakan polip sehingga dilakukan operasi pengambilan jaringan polip di rs khusus THT sekitar 3 bulan yang lalu. Tapi karena terjadi pendarahan & pembengkakan pada hidung, akhirnya dilakukan biopsi, CT Scan, Bone Scan & thorax.
Hasil biopsi sbb :
*Makroskopik : Jaringan berukuran 0.9 x0.4×0.2 cm berbentuk tidak teratur
*Mikroskopik : sediaann biopsi terdiri dari jaringan neokrotik & jaringan ikat mengandung gencel-gencel tumor ganas jenis karsinoma skuamosa dengan sel-sel pleomorfik, inti-intinya hiperkromatik, sedangkan mitosis mudah dijumpai. Tidak terlihat pertandukan. Stroma berserbukan sedang sel radang menahun & mendadak.
*Kesimpulan : histologik sesuai dgn karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi sedang sampai buruk.
Hasil bone scan, puji Tuhan, tidak ditemukan indikasi penyebaran ke tulang. Hanya pelebaran / pembesaran sudah mendorong rongga mata kiri.
Pertanyaan saya :
1. Apakah biopsi bisa mempengaruhi percepatan penyebaran sel kanker ?
2. Apakah kesimpulan dari hasil biopsi tersebut di atas dengan bahasa awam ?
3. Kanker nasofaring yg diderita ayah saya sudah stadium berapa ?
4. Apakah pengobatan yang paling tepat untuk pencegahan & penyembuhannya ?
Terima kasih untuk waktunya, Dokter.
GBU.
Bu christina yg baik, turut prihatin atas penyakit yg didederita ayahanda tercinta. Menjawab pertanyaan ibu, apakah biopsi mempercepat penyebaran kanker, mestinya tidak bu, tindakan biopsi memang harus dilakukan utk menegakkan diagnosis kecurigaan kanker, materi jaringan biopsi biasanya hanya sedikit yg diambil, namun karna jaringan tumor juga kaya akan pembuluh darah, dlm beberapa kasus timbul perdarahan hebat dan pembengkakan karna reaksi peradangan.
Kesimpulan awam dari hasil biopsi adalah materi jaringan yg diambil merupakan kanker nasofaring yg jenis paling ganas (mudah menyebar).
Kalau melihat perluasan/penyebaran kanker yang sudah sampai ke hidung dan kemungkinan ke rongga2 sinus atau ke rongga mata dari klasifikasinya termasuk stadium 4 (stadium terminal/akhir)
Pencegahannya sebaiknya dilakukan terhadap keluarga termasuk ibu agar jgn terkena kanker (foktor resiko keturunan kanker) seperti hidup seimbang, jauhi stress, olahraga teratur dan hindari makanan yg mengandung karsinogenik seperti makanan yg mengandung bahan pengawet (ikan asin, mie2 instan, makanan kaleng dll) hindari makanan yg cara masaknya dibakar.
Secara umum pengobatan kanker nasofaring adalah kombinasi radiasi dan kemoterapi, namun mengingat usia bapak yg sudah lanjut tampaknya syarat2 dilakukan kemoterapi (harus baik fungsi hati dan ginjal) sepertinya susah terpenuhi. Radioterapi masih bisa menjadi pilihan dan terapi suportif (menghilangkan keluhan akibat kanker).
Semoga membantu bu, GBU
Halo Dokter Kris,
Surprise & much appreciate utk respon yang begitu cepat dari Dokter.
Ada beberapa pertanyaan lanjutan atas reply dokter terhadap email saya sebelumnya :
1. Apakah kanker ini menular, dalam arti, melalui udara (pernafasan), kontak fisik dll, mengingat ayah saya sangat dekat dengan cucu2nya yang masih bayi & balita.
2. Seberapa besar resiko kanker ini menurun kepada kami, anak2 & cucu2nya ? Lebih dominan laki2 atau wanita ?
3. Mengingat usia ayah saya serta resiko & komplikasi yang mungkin timbul dari kemoterapi (mual, muntah, penurunan fungsi organ tubuh lain yang sehat dll), kami memutuskan untuk tidak mengikuti pengobatan medis, melainkan pengobatan alternafif berupa ramuan herbal.
Apakah ini bisa membantu ?
Terima kasih.
Salam.
malam dr.kris….
maaf saya baru buka situs ini lagi….
tpi apakah saya boleh tau referensi dri blog KNF dokter?
karena sangat akan membantu saya dalam menyelesaikan skripsi saya dokter.
trims
dok, saya mahasiswa tingkat akhr sebuah perguruan tinggi di bandung. Saya sedang menyusun proyek akhir tentang sistem yang dapat mendiagnosis kelainan tht. Saya sedang mencari referensi mengenai pengertian tht itu sendiri secara global. Sedangkan d buku2 kesehatan tht, kebanyakan membicarakan tntang pemeriksaan tht, tidak ada pngertian tht nya secara global, mohon bantuannya dok, menurut dokter, definisi tht itu sendri apa sbnranya?? atau mungkin dokter punya rekomendasi tentang referensi yg membahas tht secara global… terima kasih sebelumnya