Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September 21st, 2008

ABSTRAK

Faringitis adalah kasus yang umum dijumpai dan sering menjadi keluhan yang membawa pasien untuk berobat ke dokter. Gejala yang sering diasosiasikan dengan faringitis antara lain malaise, demam, nyeri tenggorok, nyeri kepala, mual dan muntah. Gejala ini dapat terasa sangat berat tergantung dari daya tahan tubuh panderita juga bergantung kepada etiologi penyebab faringitis1.

 Etiologi faringitis mencakup bakteri, virus, jamur, parasit yang memberikan gejala dan tanda yang hampir sama sehingga dibutuhkan pemeriksaan penunjang lain yang terkadang membutuhkan waktu yang relative lama, sehingga penatalaksanaan umumnya diberikan medikamentosa berdasarkan pengalaman empiris terlebih dahulu sebelum tegaknya diagnosis.

                  Faringitis Tuberkulosis (TB) adalah infeksi mukosa faring oleh Mycobacterium tuberculosis.1 Penyakit infeksi oleh bakteri TB yang melibatkan daerah faring termasuk jarang. Di RS Kariadi selama periode 2003 s/d 2004 ditemukan 3 pasien dirawat akibat infeksi TB yang mengenai daerah faring.

Meningitis tuberkulosis adalah radang selaput otak akibat komplikasi tuberkulosis primer. Secara histologik meningitis tuberkulosis merupakan meningo-ensefalitis (tuberkulosis) karena menyerang ke selaput otak dan SSP. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

I.             PENDAHULUAN

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan penyakit inlamasi telinga tengah yang sering diumpai dalam praktek sehari-hari. Penyakit ini ditandai oleh otore (keluar cairan telinga) yang menetap atau berulang/kronik dari perforasi membran/gendang telinga. Sebagai akibat dari perforasi membran timpani, bakteri dapat masuk ke telinga tengah melalui liang telinga luar. Infeksi pada mukosa telinga tengah inilah yang kemudian menyebabkan otore telinga.

          OMSK yang sukar disembuhkan dapat menyebabkan komplikasi yang luas. Umumnya penyebaran bakteri ini merusak struktur disekitar telinga atau telinga tengah itu sendiri. Komplikasi ini bisa hanya otore yang menetap, mastoiditis, labirintitis, paralisis saraf fasialis sampai komplikasi serius seperti abses intrakranial atau trombosis. Walau dalam prektek kejadian komplikasi ini rendah, namun harus ada dalam pikiran kita ketika menjumpai pasien dengan OMSK aktif. Pengobatan harus segera diberikan secepat dan seefektif mungkin untuk menghindari komplikasi.

          Permasalahan yang timbul pada infeksi telinga (OMSK) adalah otore yang timbul berulang bahkan menetap walaupun telah diobati  dengan seksama, sehingga terkadang menimbulkan rasa frustasi tidak hanya sang pasien namun juga dokter yang mengelola. Pada beberapa kasus penanganan operasi mastoid juga tidak mengahasilkan hal yang memuaskan karena sering kali pasien masih kembali dengan keluhan otore yang sama.

          Saat ini para ilmuwan menemukan bahwa pada banyak kasus infeksi yang persisten termasuk pada infeksi telinga tengah kemungkinan disebabkan oleh bakteri yang bersembunyi dalam fase dormant (tak aktif) didalam suatu lapisan yang sangat tipis, sehingga dapat terlindung dari kerja antibiotika. Pada kondisi seperti ini, cairan yang masih ada di balik membran timpani bagaikan sebuah “pisau kecil” yang sering disitilahkan sebagai “biofilm” yang merupakan sarang/koloni bakteri yang siap menginfeksi kembali pada kondisi lingkungan hidup yang tepat. Dengan kata lain pada infeksi telinga yang berulang sesungguhnya bukanlah suatu infeksi berulang dari serangan bakteri baru namun sesungguhnya merupakan serangan dari bakteri biofim itu sendiri.

  (lebih…)

Read Full Post »