Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2008

PENDAHULUAN513d4a5ed79b4f90

     Seperti diketahui, meskipun data-data yang akurat belum ada di Indonesia tetapi sinusitis merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada praktek sehari-hari. Di USA kurang lebih 32 juta orang setiap tahun menderita sinusitis dan hampir sebesar USD150 juta  (1989) dipakai untuk pengobatan sinusitis.

     Menurut American Academy of Otolaryngology – Head & Neck Surgery 1996 istilah sinusitis diganti dengan rinosinusitis karena dianggap lebih akurat dengan alasan :

1). Secara embriologis mukosa sinus merupakan lanjutan mukosa hidung

2). Sinusitis hampir selalu didahului dengan rinitis

3). Gejala-gejala obstruksi nasi, rinore dan hiposmia dijumpai pada rinitis ataupun sinusitis.

 

 Rinosinusitis didefinisikan sebagai peradangan lapisan mukoperiosteum hidung maupun sinus. Konsep yang telah diketahui bersama yang memegang peranan penting  terjadinya rinosinusitis adalah komplek osteomeatal. Dimana inflamasi pada mukosa osteomeatal, terganggunya aerasi-drainase sinus dan kegagalan fungsi transpor mukosiliar merupakan penyebab rinosinusitis. Penyakit ini merupakan penyakit umum yang dapat mengenai anak-anak ataupun dewasa, pada pria dan wanita tidak ada perbedaan yang bermakna. (lebih…)

Read Full Post »

PENDAHULUAN

Menurut kamus deglutasi atau deglutition diterjemahkan sebagai proses memasukkan makanan kedalam tubuh melalui mulut “the process of taking food into the body through the mouth”.

Proses menelan merupakan suatu proses yang kompleks, yang memerlukan setiap organ yang berperan harus bekerja secara terintegrasi dan berkesinambungan. Dalam proses menelan ini diperlukan kerjasama yang baik dari 6 syaraf cranial, 4 syaraf servikal dan lebih dari 30 pasang otot menelan.

Pada proses menelan terjadi pemindahan bolus makanan dari rongga mulut ke dalam lambung. Secara klinis terjadinya gangguan pada deglutasi disebut disfagia yaitu terjadi kegagalan memindahkan bolus makanan dari rongga mulut sampai ke lambung.

(lebih…)

Read Full Post »

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA)

OSA merupakan suatu kondisi terhentinya nafas untuk beberapa saat selama tidur. OSA dapat terjadi saat saluran nafas bagian atas tertutup sementara upaya bernafas tetap berlanjut. Pada umumnya saat kita tidur, semua dalam kondisi relaksasi/istirahat termasuk disini otot-otot saluran pernafasan mulai dari lidah, langit-langit terutama langit-langit lunak (soft palatum) sehingga saluran nafas bagian atas relatif menyempit. Menyempitnya saluran nafas yang ekstrim karena berbagai sebab akan mengakibatkan gangguan aliran udara pernafasaan saat tidur mulai dari derajat yang paling ringan sampai berat. Umumnya penyempitan saluran nafas atas yang ringan ditandai dengan dengkuran (ngorok) saat tidur sampai penyempitan yang berat yaitu terhentinya nafas saat tidur (OSA). Setelah beberapa saat tidur tanpa bernafas (umumnya 10 detik s/d 2 menit), otak merespon kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh dengan refleks terjaga/tersedak yang terkadang penderita OSA sendiri tak menyadarinya. Gangguan ini dapat terjadi sedemikian beratnya (berkali-kali terjaga dalam satu malam) sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

(lebih…)

Read Full Post »