Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘alergi’

NEW YORK (Reuters Health) Feb 19 – Menurut temuan studi dari Jepang, memakan banyak sayuran dan buah-buahan selama masa kehamilan dapat menurunkan kemungkinan memiliki bayi dengan alergi tertentu. Memakan banyak asupan sayuran hijau dan kuning, buah jeruk, dan sayuran dan buah-buahan yang mengandung beta karoten yang tinggi dapat mengurangi risiko memiliki bayi dengan eksim, demikian menurut Dr Yoshihiro Miyake di Fukuoka University dan rekan. Makanan tinggi vitamin E  saat kehamilan juga dapat mengurangi risiko memiliki bayi “ngorok”,  seperti yang dilaporkan dalam Jurnal Online Alergi edisi 22 Januari. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

317d36c0467365e8Penelitian mengenai mekanisme alergi telah difokuskan untuk memahami kelainan imunorespon, namun beberapa perkembakan terakhir ini baru disadari bahwa peran epitel sebagai sistem pertahanan pertama terhadap alergan mulai disadari. Meskipun demikian, sampai sejauh ini belum diketahui mengapa dan bagaimana alergan ditranspor melalui epitel. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dua kelompok tim peneliti dari Finlandia melaporkan bahwa salah satu sebab berkembangnya alergi kemungkinan disebabkan oleh adanya malfungsi (gangguan fungsi) epitel saluran pernafasan yang memungkinkan alergan erikat, masuk dan kemudian menjelajah epitel.

Kelompok peneliti dari Helsinki University dan Helsinki University Central Hospital dalam kerjasamanya dengan kelopok peneliti Findlandia, melakuakan studi untuk mengklarifikasi apa ygn terjadi pada epitel, segera setelah terpapar dengan alergen dan sebelum timbulnya reaksi alergi.

Tim peneliti ini menggunakan paparan alergen polen (serbuk tepung sari( birch (Bet v1) dan menunjukkan bahwa alergen ini terikat, masuk dan menjelajah melalui epitel konjungtiva dan nasal pasien dalan kurun waktu 1 menit setelah paparan, tetapi hal ini tidak terjadi pada subyek yang sehat. (lebih…)

Read Full Post »

PENDAHULUAN513d4a5ed79b4f90

     Seperti diketahui, meskipun data-data yang akurat belum ada di Indonesia tetapi sinusitis merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada praktek sehari-hari. Di USA kurang lebih 32 juta orang setiap tahun menderita sinusitis dan hampir sebesar USD150 juta  (1989) dipakai untuk pengobatan sinusitis.

     Menurut American Academy of Otolaryngology – Head & Neck Surgery 1996 istilah sinusitis diganti dengan rinosinusitis karena dianggap lebih akurat dengan alasan :

1). Secara embriologis mukosa sinus merupakan lanjutan mukosa hidung

2). Sinusitis hampir selalu didahului dengan rinitis

3). Gejala-gejala obstruksi nasi, rinore dan hiposmia dijumpai pada rinitis ataupun sinusitis.

 

 Rinosinusitis didefinisikan sebagai peradangan lapisan mukoperiosteum hidung maupun sinus. Konsep yang telah diketahui bersama yang memegang peranan penting  terjadinya rinosinusitis adalah komplek osteomeatal. Dimana inflamasi pada mukosa osteomeatal, terganggunya aerasi-drainase sinus dan kegagalan fungsi transpor mukosiliar merupakan penyebab rinosinusitis. Penyakit ini merupakan penyakit umum yang dapat mengenai anak-anak ataupun dewasa, pada pria dan wanita tidak ada perbedaan yang bermakna. (lebih…)

Read Full Post »

Menurut penelitian yang dilakukan dr. Juan C Celedon dari FK Universitas Harvard, anak-anak dari orangtua dengan alergi atau asma yang dilahirkan melalui operasi caesar cenderung menderita rhinitis alergi (radang hidung akibat alergi yang ditandai dengan bersin-bersin, ingus encer, hidung gatal dan tersumbat) dan dermatitis atopik (radang kulit) tetapi bukan asma. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal alergi dan imunologi klinik ini melibatkan 432 anak yang dipanatu perkembangannya sejak lahir hingga usia 9 tahun. Pengujian alergi kulit dilakukan pada 271 anak dengan usia rata-rata 7,4 tahun. Hasil penelitian ini mengungkapkan anak-anak yang lahir melalui operasi casear dimana satu atau kedua orang tuanya mempunyai riwayat penyakit alergi akan mengalami 2,1 kali kemungkinan atopik dibanding teman sebaya meraka yang lahir normal. Adapun resiko rhinitis alergi 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir normal. (dikutip dari Reuters)

Read Full Post »