Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘jahe’

Studi yang dilakukan oleh National Cancer Institute AS menunjukkan bahwa suplemen jahe yang diberikan selama 3 98e1d9afedf39be6hari berturut-turut sebelum kemoterapi dalam kombinasi dengan antiemetik konvensional, secara bermakna mengurangi mual akibat kemoterapi pada pasien kanker.

Dr Julie Ryan dkk, dari University of Rochester Medical Center New York menyatakan bahwa meskipun antiemetik telah digunakan secara luas tetapi mual akibat kemoterapi tetap > 70% pada pasien-pasien kanker yang mendapat kemoterapi. Disatu sisi, sudah sejak bertahun-tahun jahe telah digunakan untung merngurangi gejala gastrointestinal seperti mual.

Dalam studi ini diteliti sebanyak 644 pasien kanker yang menderita mual setelah pemberian siklus kemoterapi dan dijadwalkn untuk mendapat minimal 3 siklus kemoterapi tambahan. Jenis kanker yang paling sering adalah kanker payudara, kanker saluran cerna dan kenker paru-paru.

Pasien secara random mendapat plasebo dan kapsul jahe (0,5 gr; 1 gr;  1,5 rg) selama 6 hari, dimulai 3 hari sebelum hari pertama kemoterapi. Semua pasien mendapat terapi antiemetik standar pada hari pertama kemoterapi.

Penelitian ini bertujuan membandingkan perubahan tingkat rasa mual pada keempat kelompok tersebut pada hari pertama kemoterapi. Dari hasil penelitian, sebagian besar pasien melaporkan rasa mual paling berat pada hari pertama kemoterapi. Seluruh dosis jahe secara bermakna mengurangi gejala mual dibanding plasebo (p=0,003). Pengurangan gejala mual terbanyak terjadi dengan dosis jahe 0,5 gr dan 1,0 gr aitu penurunan mual sebesar 40%.

Para peneliti menyimpulkan bahwa studi ini menunjukkan bahwa suplementasi jahe efektif terhadap gejala mual akibat kemoterapi dan pengurangan rasa mual dapat memperbaiki kualitas hidup sebagian besar pasien selama kemoterapi.

Dikutip dari: American Society of Clinical Oncology Annual Meeting 2009 Orlando, Florida AS dan Majalah Medical Update

Read Full Post »